Tuesday, May 31, 2011

Suap Menyuap Dan Kehancuran Bangsa





Anak kecil biasanya sebelum bisa makan sendiri, orang tuanya merasa perlu menyuapi. Dengan cara itu, anak yang bersangkutan tinggal mengunyah makanan yang telah dimasukkan ke dalam mulutnya. Bukan saja anak-anak, orang tua pun jika dalam keadaan sakit, juga bisa saja disuapi.




Siapapun, tatkala disuapi merasakan enak. Tanpa kerja, makanan sudah ada dimulutnya, tinggal mengunyah. Oleh karena maksudnya adalah untuk mengenakkan, maka tidak akan mungkin seorang menyuapkan makanan yang tidak disukai oleh yang bersangkutan. Istilah suap menyuap ini kemudian digunakan sebagai istilah pemberian sesuatu yang menyenangkan kepada seseorang agar, ---- secara timbal balik, yang bersangkutan berganti memberi kemudahan atau jasa yang dibutuhkan.

Gejala memberi dengan harapan agar pihak yang diberi membalasnya dengan sesuatu yang diperlukan, ternyata sudah berjalan lama. Dalam Islam dikenal dengan itilah al rasyi. Ada hadits nabi yang mengatakan bahwa arrasyi wal murtasyi finnar. Bahwa penyuap dan yang disuap akan sama-sama dimasukkan ke neraka. Adanya hadits Nabi itu, menggambarkan bahwa suap menyuap itu sudah berumur lama dan tentu telah terjadi di mana-mana.

Berdasarkan hadits tersebut, maka sesungguhnya kedua-duanya -----penyuap dan yang disuap, dianggap salah dan kedua pihak merupakan kejahatan yang harus dihindari. Suap menyuap merupakan tindakan yang berpotensi merusak kehidupan masyarakat. Aturan atau bahkan hukum yang seharusnya ditegakkan menjadi terabaikan, lantaran ada suap ini. Akhirnya, banyak orang terugikan, sementara pelaku suap dan menyuap mendapatkan keuntungan dari kejahatannya itu.

Kegiatan suap menyuap dalam dunia modern pun juga terjadi. Seringkali kita mendengar istilah adanya pejabat terkena suap, jaksa, hakim, pemeriksa keuangan negara, dan lain-lain. Orang yang mau menerima suap biasanya cepat kaya. Seorang pejabat tanpa bekerja sudah mendapat uang yang bukan semestinya. Penyuap juga demikian, tanpa memenuhi berbagai syarat dan atau sesuatu yang sesungguhnya bukan menjadi haknya, akan memperoleh sesuatu yang dibutuhkan itu.

Akhir-akhir ini istilah suap menyuap semakin ramai. Para pelakunya ada sebagian yang tertangkap, bahkan berasal dari orang-orang kelas atas. Jumlah uang suapnya juga terlalu besar. Maka, kerugian negara, sebagai akibat tindakan itu juga amat besar pula. Terkait dengan itu, dan bahkan masih sedang hangat-hangatnya berita tersebut, ada nama Artalyta, dan Anggodo, adalah dua orang yang ditangkap karena menyuap pejabat.

Artalyita, terbukti telah menyuap pejabat kemudian diadili dan dipenjara. Tetapi karena memang sudah wataknya, di penjara pun ia menyuap. Artalyta menyuap pejabat penjara, kemudian ia mendapatkan keistimewaan, di antaranya dibolehkan menempati ruang yang lebih luas dan kemudian disulap olehnya bagaikan hotel berbintang. Demikian pula, Anggodo dengan menyuap pejabat, kini dia dijadikan tersangka dan ditahan.

Soal suap menyuap sesungguhnya tidak saja dilakukan oleh kedua orang yang disebutkan di muka itu. Kebetulan saja kedua orang itu yang lagi sial, ditangkap dan kemudian menjadi berita hangat. Dalam kehidupan sehari-hari, banyak sekali kegiatan suap menyuap itu dilakukan oleh berbagai kalangan di tengah-tengah masyarakat. Pemerintah melarangnya. Agar suap menyuap tidak terjadi, maka setiap pejabat, ------sebelum menunaikan tugasnya, selalu disumpah, akan sanggup tidak melakukan tindakan jelek itu. Bahkan akhir-akhir ini, setiap pejabat juga harus menanda-tangani naskah Pakta Integritas, agar sekecil pun mereka tidak menyeleweng.

Namun apa yang terjadi di tengah masyarakat, suap menyuap ini ternyata justru berkembang dan beranak pinak. Sementara pihak-pihak yang bertugas melarang pun juga melakukannya. Karena itu, kita dengar akhir-akhir ini kabar, bahwa ada polisi tertangkap, jaksa dan hakim diadili. Pejabat seperti bupati, wali kota, gubernur, anggota DPR, pimpinan BUMN dan lain-lain diadili dan kemudian masukkan ke penjara karena suap menyuap.

Bahkan, lebih celaka lagi, sudah bukan menjadi rahasia umum lagi, pada setiap ada pemilihan pejabat di berbagai tingkatannya, para calon agar menang, ramai-ramai menyuap rakyat agar mereka memilihnya. Sehingga muncul rumor, siapa yang berduit banyak, maka dialah yang akan memenangkan pemilihan. Karena pemilihan pejabat adalah bagian dari demokrasi, dan dilakukan seperti itu, maka muncul istilah yang tidak enak didengar, yaitu demokrasi sembako. Istilah itu muncul karena para calon pejabat membagi-bagi sembako, agar dipilih.

Negeri di manapun akan maju jika dibangun secara benar, jujur, dan adil. Adanya suap menyuap adalah merupakan gambaran tentang adanya ketidak jujuran, ketidakadilan, dan kebohongan. Oleh karena itu, jika suap menyuap ini semakin dikembangkan, apalagi rakyatpun, -----melalui pemilihan pejabat Negara, ditarik-tarik pada kegiatan buruk itu, maka bukan kebaikan dan kemakmuran yang didapat, melainkan justru kehancuran.

Terkait dengan itu, ada rumusan yang sangat mengerikan, yaitu bahwa suatu etnis, suku, kelompok, organisasi, atau bahkan negeri tidak akan hancur hanya karena faktor ekonomi, politik, atau suatu bencana. Kehancuran dan bahkan kebinasaan justru disebabkan oleh adanya kebohongan-kebohongan. Dalam sejarah kuno menunjukkan bahwa kaum Ats dan Tsamut hancur, karena adanya kebohongan-kebohongan di antara para pemimpin dan rakyatnya. Semoga Allah swt., menyelamatkan negeri ini dari proses kehancuran itu. Wallahu a’lam. 

SBY Gatal







Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang menggaruk bagian tubuh yang tampak gatal melahirkan puisi.

Seseorang yang memberi identitas "Tante Paku" menulis puisi itu di Kompasiana, blognya Kompas.com. 

Antara lain, inilah penggalan puisi itu:

Tak pernah kutanam gatal
Tapi ia datang di setiap hidupku
Kuingin belajar pada gatal
Yang tak kenal malu
Menjalari kulit tubuhku

Tribunnews.com memberitakan, foto mirip Presiden SBY beredar di forum diskusi terbesar Indonesia, Kaskus.

Foto itu diberi judul "Heboh Foto SBY Lagi Gatel...!!!"

Postingan ini sudah dibaca 23.971 kali sampai pukul 15.30 WIB, Selasa (1/3/2011). Ada 1.170 orang yang berkomentar.

Salah satunya: "mungkin pak sby lupa kalau setiap gerak geriknya selalu diamati oleh paparazi, nah foto ini merupakan salah satu momen ketika pak sby lupa. Beruntung ada kamera yang mengabadikannya. maap ya pak beye jngn marah ya pak."

Foto itu memperlihatkan seorang pria besar sedang menggaruk selangkangan.

Tidak jelas apakah foto tersebut asli foto SBY atau hasil rekayasa. Yang pasti, foto tersebut sudah beredar luas lewat berbagai group BlackBerry Messenger sejak kemarin.


18 Kebohongan, 18 Instruksi Presiden, 7 Pernyataan Tokoh Agama

PARA tokoh lintas agama berkumpul pada Senin (10/1) di kantor Dakwah PP Muhammadiyah, Jakarta. Mereka adalah Syafii Maarif, Andreas A Yewangoe, Din Syamsuddin, Pendeta D Situmorang, Bikkhu Pannyavaro, Shalahuddin Wahid, I Nyoman Udayana Sangging, Franz Magnis Suzeno, dan Romo Benny Susetyo. 

Ke-9 tokoh agama ini mengungkapkan kebohongan pemerintah yang tertuang dalam 'Pernyataan Publik Tokoh Lintas Agama Pencanangan Tahun Perlawanan Terhadap Kebohongan'. Berikut 9 kebohongan lama pemerintah: 

1. Pemerintah mengklaim bahwa pengurangan kemiskinan mencapai 31,02 juta jiwa. Padahal, data penerimaan beras rakyat miskin pada 2010 mencapai 70 juta jiwa dan penerima layanan kesehatan bagi orang miskin (Jamkesmas) mencapai 76,4 juta jiwa. 

2. Presiden SBY pernah mencanangkan program 100 hari untuk swasembada pangan. Namun, pada awal 2011 kesulitan ekonomi justru terjadi secara masif. 

3. SBY mendorong terobosan ketahanan pangan dan energi berupa pengembangan varietas Supertoy HL-2 dan program Blue Energi. Program ini mengalami gagal total. 

4. Presiden SBY melakukan konferensi pers terkait tragedi pengeboman Hotel JW Marriot. Ia mengaku mendapatkan data intelijen bahwa fotonya menjadi sasaran tembak teroris. Ternyata, foto tersebut merupakan data lama yang pernah diperlihatkan dalam rapat dengan Komisi I DPR pada 2004. 

5. Presiden SBY berjanji menuntaskan kasus pembunuhan aktivis HAM Munir sebagai a test of our history. Kasus ini tidak pernah tuntas hingga kini. 

6. UU Sistem Pendidikan Nasional menuliskan anggaran pendidikan harus mencapai 20% dari alokasi APBN. Alokasi ini harus dari luar gaji guru dan dosen. Hingga kini anggaran gaji guru dan dosen masih termasuk dalam alokasi 20% APBN tersebut. 

7. Presiden SBY menjanjikan penyelesaian kasus lumpur Lapindo dalam Debat Calon Presiden 2009. Penuntasan kasus lumpur Lapindo tidak mengalami titik temu hingga saat ini. 

8. Presiden SBY meminta semua negara di dunia untuk melindungi dan menyelamatkan laut. Di sisi lain Presiden SBY melakukan pembiaran pembuangan limbah di Laut Senunu, NTB, sebanyak 1.200 ton oleh PT Newmont dan pembuangan 200.000 ton limbah PT Freeport ke sungai di Papua. 

9. Tim audit pemerintah terhadap PT Freeport mengusulkan renegosiasi. Upaya renegosiasi ini tidak ditindaklanjuti pemerintah hingga kini. 

Dan 9 kebohongan baru pemerintah SBY: 

1. Dalam Pidato Kenegaraan 17 Agustus 2010 Presiden SBY menyebutkan bahwa Indonesia harus mendukung kerukunan antarperadaban atau harmony among civilization. Faktanya, catatan The Wahid Institute menyebutkan sepanjang 2010 terdapat 33 penyerangan fisik dan properti atas nama agama dan Kapolri Bambang Hendarso Danuri menyebutkan 49 kasus kekerasan ormas agama pada 2010. 

2. Dalam pidato yang sama Presiden SBY menginstruksikan polisi untuk menindak kasus kekerasan yang menimpa pers. Instruksi ini bertolak belakang dengan catatan LBH Pers yang menunjukkan terdapat 66 kekerasan fisik dan nonfisik terhadap pers pada 2010. 

3. Presiden SBY menyatakan akan membekali Tenaga Kerja Indonesia (TKI) dengan telepon genggam untuk mengantisipasi permasalahan kekerasan. Aksi ini tidak efektif karena di sepanjang 2010 Migrant Care mencatat kekerasan terhadap TKI mencapai 1.075 orang. 

4. Presiden mengakui menerima surat dari Robert Zoelick (Bank Dunia) pada pertengahan 2010 untuk meminta agar Sri Mulyani diizinkan bekerja di Bank Dunia. Tetapi, faktanya, pengumuman tersebut terbuka di situs Bank Dunia. Presiden SBY diduga memaksa Sri Mulyani mundur sebagai Menteri Keuangan agar menjadi kambing hitam kasus Bank Century. 

5. SBY berkali-kali menjanjikan sebagai pemimpin pemberantasan korupsi terdepan. Faktanya, riset ICW menunjukkan bahwa dukungan pemberantasan korupsi oleh Presiden dalam kurun September 2009 hingga September 2010, hanya 24% yang mengalami keberhasilan. 

6. Presiden SBY meminta penuntasan rekening gendut perwira tinggi kepolisian. Bahkan, ucapan ini terungkap sewaktu dirinya menjenguk aktivis ICW yang menjadi korban kekerasan, Tama S Langkun. Dua Kapolri, Jenderal Bambang Hendarso Danuri dan Jenderal Timur Pradopo, menyatakan kasus ini telah ditutup. 

7. Presiden SBY selalu mencitrakan partai politiknya menjalankan politik bersih, santun, dan beretika. Faktanya, anggota KPU Andi Nurpati mengundurkan diri dari KPU, dan secara tidak beretika bergabung ke Partai Demokrat. Bahkan, Ketua Dewan Kehomatan KPU Jimly Asshiddiqie menilai Andi Nurpati melakukan pelanggaran kode etik dalam Pemilu Kada Toli-Toli. 

8. Kapolri Timur Pradopo berjanji akan menyelesaikan kasus pelesiran tahanan Gayus Tambunan ke Bali selama 10 hari. Namun, hingga kini, kasus ini tidak mengalami kejelasan dalam penanganannya. Malah, Gayus diketahui telah sempat juga melakukan perjalanan ke luar negeri selama dalam tahanan. 

9. Presiden SBY akan menindaklanjuti kasus tiga anggota KKP yang mendapatkan perlakuan tidak baik oleh kepolisian Diraja Malaysia pada September 2010. Ketiganya memperingatkan nelayan Malaysia yang memasuki perairan Indonesia. Namun, ketiganya malah ditangkap oleh polisi Diraja Malaysia. Sampai saat ini tidak terdapat aksi apa pun dari pemerintah untuk nmenuntaskan kasus ini dan memperbaiki masalah perbatasan dengan Malaysia. 

Merespons pernyataan para tokoh agama, SBY menggelar kabinet terbatas di Istana Presiden, Jakarta, Senin (17/1). Sidang dihadiri lembaga penegak hukum seperti Polri dan Kejaksaan dan sejumlah menteri seperti Menteri Keuangan dan Menteri Hukum Hak Asasi Manusia. Usai menggelar rapat, SBY menyampaikan 12 instruksi presiden, berikut isinya: 

1. Presiden meminta kepolisian Negara Republik Indonesia, Kejaksaan, Kementerian Keuangan, dan Kementerian Hukum dan HAM untuk mempercepat dan menuntaskan kasus hukum Gayus Tambunan. 

2. Agar lebih meningkatkan sinergi diantara penegak hukum dengan melibatkan PPATK dan Satgas pemberantasan mafia hukum. "KPK lebih dilibatkan dan tetap didorong untuk melakukan langkah-langkah pemeriksaan yang belum ditangani oleh Polri," kata Presiden SBY. 

3. Akan dilakukan audit kinerja dan audit keuangan terhadap lembaga penegak hukum yang memiliki kaitan dengan kasus Gayus Tambunan, yang ditandai dengan terjadinya penyimpangan di sejumlah simpul beberapa lembaga tersebut. "Mulai hari ini, di Kepolisian, Kejaksaan, dan Direktorak Jenderal pajak. Saya berharap hal yang sama juga dilakukan terhadap lembaga-lembaga penegak hukum yang tidak di bawah kemimpinan dan kendali presiden," SBY menjelaskan. 

4. Penegakan hukum agar dijalankan secara adil dan tidak pandang bulu.. Sejumlah 149 perusahaan yang disebut-sebut dalam kasus Gayus Tambunan bisa saja ada kaitannya dengan masalah perpajakan, jika hasil penyelidikan menunjukkan bukti cukup. 

5. Guna meningkatkan efektivitas penegakan hukum, Presiden berpendapat, pembuktian terbalik dapat dilakukan sesuai dengan ketentuan perundangan yang berlaku di negara kita. 

6. Presiden menginstruksikan untuk mengamankan dan mengembalikan uang dan aset-aset Negara, termasuk perlunya dilakukan perampasan uang yang diduga hasil korupsi dalam kasus Gayus Tambunan. 

7. Memberikan tindakan administrasi dan disiplin, disamping sanksi hokum, kepada semua pejabat yang dinyatakan bersalah. Dalam hal ini termasuk mutasi dan pencopotan. Presiden berharap poin ketujuh ini dapat dilakukan dalam satu pecan ke depan. 

8. Presiden memberikan waktu satu bulan untuk organisasi atau lembaga yang sejumlah pejabatnya melakukan penyimpangan agar menata ulang supaya unsur-unsur yang bisa melakukan hal yang serupa di masa depan dapat dibersihkan. 

9. Presiden akan melakukan peninjauan dan perbaikan secara serius terhadap sistem kerja dan semua aturan yang memiliki celah atau lubang hukum untuk mencegah terjadinya penyimpangan dan kejahatan serupa di masa yang akan datang. 

10. Presiden ingin mendapatkan laporan secara berkala terhadap kemajuan penuntasan kasus Gayus Tambunanan. "Termasuk pelaksanaan Instruksi Presiden yang secara tertulis akan segera kita keluarkan, setiap dua minggu," SBY menjelaskan. 

11. Pejabat terkait diminta menjelaskan kepada masyarakat tentang apa yang telah, sedang, dan akan dilakukan dalam proses penangan kasus Gayus. 

12. Wakil Presiden ditugasi untuk memimpin kegiatan pengawasan, pemantauan, dan penilaian, pelaksanaan Inpres ini dengan dibantu oleh Satuan Tugas Pemberantasan Mafia Hukum. 

Selain memberikan 12 instruksi terkait penuntasan kasus Gayus Tambunan, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono juga mengeluarkan enam Instruksi Presiden sebagai tindak lanjut penuntasan kasus Bank Century. Hal tersebut diutarakan Presiden usai rapat kabinet terbatas bidang Polhukam di Kantor Presiden, Senin (17/1) Sore. Berikut enam instruksi tambahan untuk kasus Bank Century: 

1. Penuntasan semua kegiatan guna merespon hasil Panitia Angket DPR RI tentang Bank Century. 

2. Tuntaskan pembenahan regulasi dan mekanisme kerja di jajaran pemerintah, utamanya di jajaran Kementerian Keuangan, sesuai rekomendasi DPR RI. "Hal sama saya berharap juga dilakukan di jajaran Bank Indonesia," kata Presiden. 

3. Terus mengupayakan dan menuntaskan pengembalian aset Bank Century yang diduga dibawa ke negara-negara tertentu. "ika diperlukan, saya minta untuk disiapkan surat presiden kepada kepala pemerintahan negara-negara itu agar terwujud kerjasama yang baik sesuai dengan konvensi Perserikatan Bangsa Bangsa," ujar Presiden. 

SBY juga meminta kepada tim pengembalian aset Bank Century diperkuat. Contohnya, jika perlu diperkuat oleh konsultan yang mengerti seluk beluk di negara yang bersangkutan dengan tujuan agar pengembalian aset benar-benar berhasil. 

4. Presiden berharap agar dijelaskan secara berkala dan efektif kepada publik tentang apa saja yang dilakukan oleh pejabat terkait di dalam menindaklanjuti rekomonedasi dari Panitia Angket DPR RI. 

5. Mengenai sisi korupsi yang disebut di dalam rekomendasi Panitia Angket Bank Century, Presiden berharap KPK menjelaskan secara gamblang dugaan bila korupsi ditemukan maupun tidak. "Jangan biarkan masyarakat bertanya-tanya apa yang dilakukan oleh negara," Presiden menegaskan. 

6. Menyangkut isu deponeering kasus Bibit-Chandra, Presiden mendukung rencana Kejaksaan Agung sesuai dengan kewenangannya dan undang-undang yang berlaku. "Yang penting, segara dilakukan langkah-langkah yang pasti dalam waktu dekat ini agar memberikan kepastian kepada masyarakat luas, termasuk efektivtas penegakan hukum, baik yang dilakukan oleh KPK maupun jajaran penegak hukum lainnya," kata SBY. 

Instruksi Presiden ini ditujukan kepada jajaran penegak hukum di bawah wewenangnya. Namun SBY berharap penegak hukum dari unsur non pemerintah juga melakukan hal yang sejalan agar tugas bersama dapat dilaksanakan dengan berhasil. 

Sebagai upaya untuk melakukan komunikasi dan silaturahmi, terkait dengan isu-isu yang menghangat seminggu terakhir, SBY mengundang para tokoh agama ke Istana Negara pada Senin (17/1) malam. Sebelum bertemu dengan presiden, para tokoh lintas agama telah menyiapkan pernyataan terbuka yang akan disampaikan ke Presiden SBY. Berikut tujuh pernyataan tokoh lintas agama: 

1. Sebagai negara kepulauan terbesar di muka bumi dengan keragaman etnis, budaya dan agama yang tinggi, sungguh layak kita bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Adil karena masih bisa bertahan utuh dalam sebuah negara bangsa. 66 tahun sudah bangsa menyatakan kemerdekaan namun belum semua warganya menikmati kemerdekaan yang utuh. 

2. Dalam Pembukaan dan batang tubuh UUD 1945, cita-cita para pendiri bangsa telah sangat jelas tersurat, kemerdekaan sejati yang mewujudkan keadilan dan kemakmuran bagi segenap anak bangsa. Namun, hingga kini, masih merebak kekerasan atas nama agama dan kelompok terhadap umat beragama dan berkeyakinan, terhadap kebebasan berpendapat, dan insan pers; yang masih tampak dibiarkan oleh negara (negara tidak hadir). Impunitas terhadap pelanggaran HAM masih sangat jelas. 

3. Sampai hari ini, kantong-kantong kemiskinan masih mudah kita temukan di banyak tempat tanah air kita. Kebijakan ekonomi pemerintah memang menghasilkan pertumbuhan ekonomi yang mencapai 5,8% dan meningkatkan pendapatan per kapita menjadi USD 3.000 pada 2011, tetapi gagal dalam pemerataan kesejahteraan. Masih banyak warga Indonesia yang menderita gizi buruk dan tidak mendapatkan pelayanan kesehatan seperti seharusnya sehingga meninggal dunia dan harus putus sekolah. Jutaan petani masih belum mempunyai tanah yang memenuhi syarat minimum sebagai alat produksi. 

4. Kami menggarisbawahi pendapat banyak ahli ekonomi yang menyatakan bahwa kebijakan ekonomi Indonesia saat ini bertentangan dengan amanat Pembukaan dan batang tubuh UUD. Sumber daya alam belum dimanfaatkan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat. Bahkan, perusakan terhadap lingkungan hidup dapat terus disaksikan dengan nyata. 

5. Amandemen UUD 1945 yang menyatakan bahwa Indonesia adalah Negara Hukum, tidak sesuai dengan kenyataan. Hukum ternyata bukanlah kekuasaan tertinggi, masih kalah oleh kekuasaan dan uang. Janji Pemerintah memerangi korupsi hanya akan ada dalam kenyataan, kalau prinsip pembuktian terbalik diterapkan secara penuh. 

6. Pemerintah tidak memberi perhatian memadai terhadap korban pelanggaran HAM yang berat. Pemerintah tidak mampu dan tidak menunjukkan niat untuk membela begitu banyak buruh migran yang mendapat perlakuan buruk di berbagai negara. Berarti Pemerintah tidak melindungi segenap bangsa Indonesia, sesuai amanat Pembukaan UUD 1945. 

7. Bagi kami, sejumlah kenyataan diatas adalah bentuk pengingkaran terhadap UUD 1945. Kita harus mendesak Pemerintah untuk segera mengakhiri pengingkaran itu, jika Pemerintah menolak atau mengabaikan desakan tersaebut, berarti Pemerintah melakukan kebohongan publik (dalam pengertian adaa kesenjangan anatara ucapan dan tindakan atau antara pernyataan dan kenyataan). (AO/PresidenSBY/OL-11)

Sunday, May 15, 2011

DPR ( DEWAN PENGHIANAT RAKYAT )

Rencana pembangunan gedung DPR yg baru yang akan menelan biaya sekitar Rp 1,8 triliun, banyak ditentang oleh masyarakat dan sebagian anggota DPR ada yg berbalik arah, tapi ketua DPR marzuki alie dan beberapa lainnya tetap ngotot bersikeras, lebih dari itu ketua DPR juga mengatakan Rakyat tidak perlu diajak bicara menyangkut proyek tersebut karena mereka tidak paham, ini cuma orang2 elite yg bisa membahas ini (inilah.com 5/4/2010)

Luas Ruangan gedung ini direncanakan 111 meter persegi dg total biaya setiap ruangan menelan Rp 800juta, belum termasuk mebel dan laptop (detiknews.com 5/4/2010) Lebih dari itu gedung juga dilengkapi dg kolam renang dan spa layaknya hotel berkelas.

Hal diatas bukan hal pertama dari dewan yang menghambur2kan miliaran uang rakyat, seperti Pelantikan anggota dewan 2009-2014 menelan biaya sekitar 11 milyar hanya untuk acara 2 jam saja (metro tv 7/9/2009) bahkan menyebutkan biaya pembuatan pin anggota DPR saja mencapai 5 juta perorang, lebih dari itu Setjen DPR saat itu menganggarkan Rp 26 milyar atau sekitar 46,5 juta per anggota DPR untuk biaya pindah tugas (tiket keluarga dan biaya pengepakan dari yg luar jakarta) (kompas.com 9/9/2009)
Belum lagi anggaran biaya anggota DPR untuk jalan2 keluar negeri yg memakai istilah studi banding seperti ke Amerika, Yunani, Afrika selatan dan sejumlah negara di eropa yg setiap anggota dewan dapat uang saku sebesar Rp 20-28 juta dan uang representasi US$ 2.000. Koalisi masyarakat memperkirakan dana studi banding DPR RI mencapai 162,94 milyar di tahun 2010 (bisnis.com 16/9/2010) Menurut Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (FITRA) anggaran pelesiran anggota DPR membengkak 3-4 triliun setiap tahun, tahun 2010 anggaran pelesiran 16,2 triliun membengkak menjadi 19,5 triliun, tahun 2011 anggaran yg direncanakan 20,9 triliun membengkak menjadi 24,5 triliun(republika,17/1/2011) sesuatu jumlah yg fantastik untuk bersenang-senang. Jumlah anggaran perjalanan diatas jauh lebih besar dari jumlah anggaran Jaminan Kesehatan Masyarakat (JAMKESMAS) 2011 yang hanya Rp 5,6 triliun.

Juga disisi lain untuk menutupi anggaran tsb, pemerintah justru memangkas belanja fungsi kesehatan dari 19,8 triliun menjadi 13,2 triliun di APBN 2011, anggaran untuk menanggulangi gizi buruk BALITA hanya Rp 109,5 milyar, padahal dari data di indonesia terdapat sekitar 2,2 juta balita yg mengalami gizi buruk, artinya hanya dialokasikan sekitar Rp 50 ribuan/balita/tahun atau sekitar Rp 4000/balita/bulan.
Disamping itu diketahui pada akhir 2010 tercatat 31,02 juta jiwa penduduk miskin di negeri ini, dan DPR bersama pemerintah berencana lagi menaikan harga BBM dg dalih untuk menghemat anggaran, yang ujung2nya akan menaikan harga barang2 dan menambah jumlah kemiskinan di negeri ini..!
Kasus diatas hanyalah secuil contoh betapa DPR lebih peduli terhadap dirinya sendiri ketimbang terhadap rakyat yg diwakilinya, kapan mereka peduli thd kehidupan puluhan juta rakyat miskin dinegeri ini ???????

Pertanyaannya : Pedulikah DPR terhadap semua ini yg notabene sangat terkait dg kepentingan rakyat ?

Jawabannya : TIDAK !!!! DPR Justru tampak abai kalau menyangkut kepentingan rakyat dan sebaliknya sangat peduli kalau menyangkut kepentingan dirinya sendiri.

Heroin Dijual Sebagai Obat Batuk


Bayer pertama kali mengembangkan Heroin pada tahun 1898 sebagai obat batuk sirup, Pengembangan dan penemuan ini tak luput dari andil dan peran besar seorang ilmuan yang bernama Heinrich Dreser (1860 - 1924) lahir di Darmstadt, Jerman, pada tahun 1860.Sepanjang kariernya di Bayer antara tahun 1897-1914 Dreser bertugas sebagai seorang peneliti dimana ia bertanggung jawab menguji keamanan dan kemanjuran produk obat baru. Pada masa tersebut Dreser memikul jabatan sebagai seorang Kepala Laboratorium. Yang mana jabatan tersebut memberikan wewenang dalam memutuskan apakah suatu obat layak dipasarkan atau tidak, bersama jabatan tersebut pulalah membawa Dreser pada penemuan Heroin yang sangat spektakuler sekaligus controversial.
Heroin adalah hasil sintesis diasetilmorfin yang merupakan derivat senyawa morfin. Senyawa diasetilmorfin berbentuk kristal berwarna putih, tak berbau, dan berasa pahit adalah senyawa yang kemudian diketahui cukup berbahaya. Para ahli sains kemudian berlomba-lomba melakukan penelitian untuk mendapatkan obat. Penemuan diasetilmofin oleh ilmuwan Inggris, C. R. Wright, tahun 1874 memberi ilham pada Dreser untuk menciptakan obat baru yang tidak menimbulkan ketagihan tetapi tetap memiliki khasiat sama, yakni sebagai obat penenang (sedatif) dan penghilang rasa sakit. Setidaknya begitulah anggapan Dreser pada saat itu. Yang pada kenyataannya pada saat ini anggapan tersebut salah.











Iklan Bayer Heroin tahun 1901

Bayer adalah perusahaan yang pertama kali mensintesis diasetilmorfin menjadi heroin. Pada awal 1898, heroin buatan Dreser itu kemudian diujicobakan pada sejumlah katak dan kelinci di laboratorium. Dreser bahkan mengujicobakannya pada sejumlah pekerja di Bayer. Anehnya, para pekerja justru tak berkeberatan dan merasa senang dengan dilakukannya percobaan itu. Mereka menganggap bahwa obat baru temuan Dreser selalu membuat mereka merasa “heroik”.
Heinrich Dreser, masih merasa belum puas dengan produk baru ciptaannya tersebut. Ia kemudian tertarik untuk mencoba pada dirinya sendiri. Sejumlah hasil mengejutkan ternyata mampu dirasakannya hingga dapat menyimpulkan bahwa produk itu sangat efektif untuk mengobati sejumlah penyakit yang berhubungan dengan pernapasan seperti bronkhitis, asma, dan tuberkulosis (TBC).
Pada November 1898, Dreser mempresentasikan obat temuannya pada Kongres Naturalis dan Dokter Jerman. Ia mengklaim bahwa heroin 10 kali lipat lebih efektif dari obat batuk biasa, namun hanya mengandung sedikit bahan toksik. Obat batuk sirup baru itu juga diklaim Dreser sebagai obat yang lebih efektif dibandingkan morfin sebagai penahan sakit. Dreser menegaskan, obat tersebut sangat aman dikonsumsi walau agak kontroversi pada masa itu.
Nama “heroin” sebagai obat batuk sirup pun kemudian diluncurkan secara resmi oleh Bayer dan mulai dipasarkan untuk khalayak ramai pada tahun 1898. Nama heroin diambil dari bahasa Jerman heroisch yang berarti heroik. Brand heroin yang didengung-dengungkan waktu itu yakni: “Heroin-sang penawar batuk”.
Saking gencarnya Bayer melakukan pemasaran heroin ini, mereka kemudian memberikan contoh produk ini kepada para dokter. Akibatnya, tak sedikit dokter yang meresepkannya untuk para pasien mereka. Heroin pun kemudian berkembang secara luas di lingkungan medis tanpa menyadari bagaimana efek ketergantungan yang dihasilkan produk ini. Melihat fenomena pemasaran yang terus meningkat, Bayer pun terus meningkatkan produksinya dan menjual ke 12 negara lainnya di luar Jerman.
Lama-kelamaan, keganjilan mulai tampak. Para dokter mulai mencatat banyak sekali permintaan pasien akan obat batuk sirup ini meskipun para pasien itu tak memiliki keluhan pada saluran pernapasannya. Sejumlah ilmuwan, dokter, dan para pakar kimia kemudian mendeteksi adanya kandungan obat keras di dalamnya. Mereka menyimpulkan bahwa diasetilmofin yang dikandung heroin mungkin tak seadiktif morfin, namun justru lebih hebat dari itu. Daya ketergantungan heroin dua hingga empat kali lebih kuat dibandingkan morfin! Saat memasuki metabolisme tubuh, zat aktif heroin langsung memasuki aliran darah dan merasuk masuk ke otak hingga menyebabkan sebuah euforia.
Berkaca dari berbagai temuan ilmuwan itu, Bayer kemudian menghentikan produksi dan pemasaran obat batuk sirup heroin pada 1913. Lebih dari itu, Bayer langsung menghapus nama heroin pada daftar obat yang berhasil mereka temukan sekaligus menjadi catatan sejarah kelam bagi perusahaan terkenal itu. Peredaran heroin pun kemudian dilarang secara luas pada tahun 1924.

Penguasa Adalah Pembohong yang Cerdik


Lord Acton pernah mengemukakan bahwa kekuasaan cenderung merusak dan kekuasaan absolut merusak pula secara absolut. Quote ini seringkali dipakai untuk menjelaskan penyalahgunaan kekuasaan yang mengakibatkan kerusakan-kerusakan termasuk di dalamnya korupsi. Berbagai thesis berkaitan dengan hal ini pun dikemukakan diantaranya kekuasaan yang tersentralistik cenderung akan menyebabkan kerusakan yang sentralistis pula. Semakin besar kekuasaan yang dimiliki oleh seorang pemimpin akan semakin besar pula kekuasaannya untuk memperbaiki suatu keadaan atau memperparah keadaan. Pernyataan yang dikemukakan Acton lebih kepada sistem kekuasaan yang membuat perilaku seorang penguasa menjadi menyimpang, namun demikian kekuasaan itu sendiri meskipun tidak mutlak, tetap akan mengubah pola pikir dan perilaku seseorang dibandingkan jika ia tidak memiliki kekuasaan apapun. Kekuasaan dapat meliputi jabatan yang dimiliki, status pendidikan, dan status sosial di dalam masyarakat. Kekuasaan juga bersifat relatif dan temporer. Manager SDM akan memiliki kekuasaan yang lebih tinggi dibandingkan dengan karyawan biasa, namun demikian jika dibandingkan dengan Direktur Utama, Manager tersebut tidak memiliki kekuasaan sama sekali.
Dana R. Carney, asisten Professor pada Columbia University Graduate School of Business, mencoba untuk menganalisis lebih lanjut, bagaimanakah sebenarnya peran kekuasaan terhadap individu. Apakah kekuasaan benar-benar membuat individu menjadi buruk ? atau apakah dengan kekuasaan individu akan memiliki persepsi bahwa ketika mereka melakukan kerusakan, hal itu dapat dibenarkan atas nama kekuasaan. Carney mencoba menganalisis hal ini dari sisi emosional, kognitif, dan tekanan fisiologi untuk melakukan tindakan merusak yang dalam hal ini diproksikan dengan berbohong. Hal yang paling menarik dari hasil penelitian yang dilakukannya menunjukkan bahwa individu yang memiliki kekuasaanmerupakan pembohong yang cerdik. Kekuasaan yang dimiliki akan menjadi tools penting untuk menegaskan ke dalam pribadi-pribadi pemilik kekuasaan tersebut bahwa berbohong merupakan sesuatu yang wajar untuk dilakuka dan dengan demikian mereka akan melakukannya tanpa beban sama sekali.
Lebih lanjut, Carney mengemukakan bahwa kekuasaan akan membuat seseorang terpicu untuk berbohong dan meningkatkan kemampuan mereka untuk menipu orang lain. Mengapa demikian ? Dalam penelitiannya yang berjudul How Power Corrupts: Power Buffers the Emotional, Cognitive, and Physiological Stress of Lying pada tahun 2010, Carney menggunakan indikator kebohongan berupa ekspresi tubuh, akselerasi pengucapan kata-kata, tingkat hormon kortisol dalam tubuh, dan ketidaksesuaian kognitif yang diperlihatkan oleh individu. Ucapan yang jujur tidak memerlukan upaya apapun untuk mengekspresikannya. Ini tentu berbeda sama sekali ketika ucapan yang tidak jujur dilakukan. Ketidakjujuran atas nama kebaikan sekalipun akan berbeda dengan kejujuran yang tulus. Secara psikologis dan fisiologis, orang yang berbohong akan dapat dilihat dari ciri-ciri tertentu seperti pengucapan kata-kata yang lebih cepat dan seringkali berulang, gerakan mata yang tidak fokus ketika memandang lawan bicara, pupil yang membesar, hormon kortisol yang meningkat , ekspresi senyum yang dipaksakan, dsb. Prof. Carney, yang mendalami psikologi individu dalam pengambilan keputusan menyatakan bahwa kekuasaan membuat efek psikologis dan fisiologis inidividu untuk berbohong menjadi rendah. Kebohongan yang seharusnya memiliki konsekuensi negatif dipersepsikan oleh penguasa dapat diredam dengan kekuasaan yang mereka miliki. Dengan demikian individu-individu dengan kekuasaan akan dapat berbohong secara efektif dan secara psikologis mereka sangat siap. Akibatnya, Carney mengemukakan akan sangat sulit untuk membedakan kebohongan yang diselimuti dengan kekuasaan dengan kejujuran yang tulus . Indikator-indikator kebohongan yang dipergunakan nyaris menghasilkan pengukuran yang sama antara penguasa yang berbohong dengan bawahan yang berkata jujur.
Sebagai tambahan analisis yang dilakukan oleh Carney, efek lain dari kekuasaan dapat dilihat dari adanya ciri-ciri fisiologis dari seorang pemimpin atau penguasa. Carney menganalogikan dengan keadaan yang terjadi di dunia satwa, hewan-hewan yang memiliki keunggulan tertentu misalnya Cobra atau Singa akan memiliki gerakan-gerakan tertentu yang mengekspresikan bahwa mereka memiliki kekuatan. Hal yang sama sebenarnya juga terjadi dalam dunia manusia. Individu yang memiliki kekuasaan akan memiliki ciri tertentu baik itu yang bersifat positif maupun negatif untuk menunjukkan eksistensi dirinya kepada orang yang berada pada level dibawahnya bahwa ia adalah seseorang yang memiliki kekuasaan, wewenang, atau status tertentu.
Menarik untuk mencermati hasil penelitian yang dilakukan oleh Prof. Carney, meskipun penelitiannya masih dalam tahap review dan belum diterbitkan dalam jurnal ilmiah. Namun demikian intisari yang didapat dari hasil penelitian ini telah dimuat di dalam Harvard Business Review edisi May 2010. Artikel singkat yang berjudul Powerful People Are Better Liar, memberikan gambaran ringkas bagaimana sebenarnya riset yang dilakukan oleh Prof. Carney. Penelitian memang tidak terlepas dari kelemahan dan keunggulan. Penelitian yang dilakukan oleh Carney menggunakan metode eksperimen dengan subyek yang terbatas, sehingga generalisasi yang dilakukan masih perlu dipertanyakan dan diuji lebih lanjut, agar kesimpulan yang dihasilkan lebih robustDalam dunia nyata interaksi sosial manusia jauh lebih kompleks dari yang dapat dibayangkan. Manusia bertindak dan berperilaku sesuai dengan interaksi dan lingkungan tempat ia berada yang mengakibatkan preferensinya juga akan berbeda-beda. Faktor-faktor kultural juga perlu mendapatkan perhatian.
Bagaimana jika penelitian ini dilakukan dengan subyek yang berasal dari Indonesia. Menarik memang untuk dicermati. Negeri ini terkenal dengan politisi-politisi yang lips service alias gemar menebar janji-janji palsu (baca: berbohong). Setelah mereka berkuasa, kebiasaan untuk berbohong atas nama rakyat pun semakin menjadi-jadi. Hasil penelitian yang dilakukan oleh Prof. Carney ini sangat tepat sekali jika ditujukan bagi pemimpin-pemimpin negeri ini.

Carney et al. 2010. How Power Corrupts: Power Buffers the Emotional, Cognitive, and Physiological Stress of Lying
Carney, Dana R. 2010. Powerful People Are Better Liar. Harvard Business Review May 2010

The Last Revolution

Menengok kebelakang itu harus,tapi berjalan mundur jangan,istilah asik untuk mensikapi kondisi saat ini. Bahwa kita pernah melalui satu perjalanan yang dasyat,13 tahun lalu ketika rakyat berkehendak melakukan perubahan di negrinya yang bernama indonesia.13 tahun lalu rakyat berhasil melakukan perubahan besar 'reformasi',yang ternyata roh dan hakikatnya adalah Revolusi.
Sebuah Revolusi dengan biaya yang sangat mahal, kerusuhan dimana-mana diwarnai penjarahan,kepercayaan terhadap aparatur negara runtuh, keyakinan terhadap media massa kabur, pembunuhan mahasiswa,runtuhnya rupiah,perpecahan anak bangsa antar suku dan golongan,dll.itu resiko yang harus dibayar. Sebuah kenyataan sejarah dan perubahan itu sendiri adalah sunatulllah, sudah ketentuan yang mahakuasa.
Saat itu, kejadian tersebut ibarat sebuah perjalanan bangsa yang terpeleset jatuh, yang ujungnya kita kembali belajar merangkak,belajar berdiri, belajar bernyanyi,tapi kita tahu bahwa kebesaran kita saat itu ternyata hanya dipermukaan, lalu amanah selanjutnya dari  revolusi adalah kewajiban yang harus dijalankan yaitu dengan  mengisi hari-hari dengan tekad membawa indonesia lebih baik, lebih makmur,sejahtera,adil dan beradab dan kuat.
Kita isi hari hari ini dengan bekerja keras, kerja iklas dan kerja cerdas, sipapun anak bangsa tentu mempunyai cita-cita yang sama membawa indonesia kerarah yg lebih baik, hanya cara dan berbeda. Namun demikian cara - cara yang beresiko besar seperti kejadian sebelumnya,dengan kost yang sangat mahal, tentu harus di hindari,apalagi kalau revolusi itu didasari oleh sebuah ideologi dan  memunculkan satu kelompok tertentu.
Dapat dibayangkan bagaimana akhir perjalanya,bagaimana antar anak bangsa akan saling cakar dan cubit,dapat dibayangkan bagaimana kost yang harus di bayar,dan bagaimana serigala-serigala yang selama ini megintip kita akan tertawa menungu waktu yang tepat untu berpesta di meja makan ketika kita anak bangsa bertarung dan lelah. 


Katakan TIDAK,,!!! Pada Radikalisme Agama


Para pakar sosial kemasyarakatan lagi giat-giatnya menelusuri cikal bakal Radikalisme agama yang mulai marak serius di negri ‘santun’ ini.pakar-pakar berlomba membuat formula efektif untuk menekan tindakan yang berharga mahal akibat gerakan radikalisme agama, baik pemaksaan kehendak, perusakan maupun bom bunuh diri yang telah memakan korban begitu banyak bukan hanya nyawa tapi psikis dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Para Agamawan,baik Ulama,Ustadz,Pendidik,Dai,Pencerah,Motivator,konseling plus Kiyayi-Kiyayi Kampung mencoba dari sudut adab agama khsusunya islam kembali meluruskan secara perlahan benang basah Islam sebagai Agama Rahmatan Lil Alamin,Agama penyejuk yang kusut akibat berbagai teror dan bom yang mengatas namakan Islam.bahkan Para Agamawan kembali membuka ulang kurkulum pendidikan yang selama ini berjalan,dalam berbagai teksnya untuk menterjemahkan tafisr-tafsirnya, para Agamawan terbangun dari lelapnya tidur di menara gading atau terbangun dari hanyutnya dunia politik kekuasaan yang membangkitkan libido.
Para pendidik yang terjebak di atas meja dan memandang dunia dari sudut ‘tidak membumi’atau Teoritis kembali merumuskan dan membumikan ide serta gagasanya tentang masyarakat yang sehat,kritis dan peduli.masyarakat yang teguh dan tegar melawan tipu muslihat ‘terorisme’.para pendidik turun gunung dan malu ‘beronani pemikiran’ di menara gading.
Para pengusaha yang menjaga jarak dengan lingkungan dan rakyat,mulai gundah dengan dampak yang sangat besar akibat prilaku ‘terorisme’ terhadap kelangsungan bisnisnya,para pengusaha mulai melihat bagaimana faktor kemiskinan,ketidak adilan,ketidak pedulian terhadap lingkungan bermuara pada mereka juga,seperti yang di ungkapkan oleh pentolan perompak bajak laut Somalia,bahwa ‘kalau anda tidak peduli pada kemiskina kami,maka kamilah yang akan mengimpor kemiskinan ini’.kemiskinan dan ketidak adilan mempunyai saham besar bagi tumbuh suburnya paham radikalalisme agama dimana radiakalisme agama merupakan lahan subur ideologi Teror.
Para pemuda yang gundah dan kehilangan orientasi mulai awas,waspada,melek, dari incaran para pencari baka teror, mereka bangkit,peduli dan kembali optimis dalam mempertahankan kelangsungan negaranya.intinya fungsi masyarakat sebagai warga Negara yang sempat ‘ashabul kahfi’ dari tidur panjangnya mulai bangun,semua elmen lembaga kemasyarakat berfungsi kembali,dari mulai LSM,ormas,RT,kepala Dusun dll.
Tidak ketinggalan para pegiat Media Masa juga mulai merenungi kembali dampak dan efek dari layanan informasi yang mereka berikan untuk rakyat terkait gerakan Teror dan Radikal yang berlangsung,dimana ekisistensi dan semangat para teroris dan kaum Radikal sangat tergantung kepada publish Media.mereka akan sangat bersemangat seandainya media melakukan publish secara bombastis apalagi liputan special seperti yang di mimpikan para jurnalis seperti kasus pepi Pernando,karena Teror adalah pesan perang uraf syaraf yang bertujuan menebar rasa takut terhadap masyarakat.
Pada akhirnya, persoalan Deradikalisasi Agama khususnya Islam adalah persoalan semua elmen anak bangsa,persoalan seluruh warga Negara,bukan hanya persoalan, pemerintah,aparat atau kelompok kepentingan saja.Gerakan melawan Radikalisme dan teror bukan monopoli para penegak hukum saja,gerakan melawan teror adalah perlawana Rakyat Semesta yang harus di tumbuhkan dari hati nurani seluruh anak bangsa,sekaligus kembali menata katakter dan mental bangsa yang lama kabur akibat kepanikan dan Euforia Demokrasi tanpa Batas.

SEKOLAH MEMANG MAHAL


Tema pembicaraan dengan teman-teman dalam minggu pertama anak kembali ke sekolah adalah seputar keluhan mahalnya biaya sekolah. Seorang teman pusing dengan uang pendaftaran anak bungsunya di salah satu TK swasta yang mendekati Rp5 jutaan. Seorang ibu bertanya, mengapa anaknya mendaftar di SD negeri yang katanya gratis tapi tetap membayar hampir Rp2 jutaan?
Teman lain yang seharusnya bangga karena anaknya lolos di SMA Negeri unggulan, kini stres karena pada pendaftaran awal harus membayar hampir Rp5 jutaan. Padahal teman-teman yang mengeluh ini adalah keluarga ekonomi menengah ke atas. Bagaimana dengan keluarga miskin? Betulkah sekolah itu mahal? Sekolah memang mahal karena ada kebutuhan riil akan sarana dan prasarana yang berkualitas untuk mendukung proses pembelajaran. Kalau saja pemerintah sudah mengalokasikan 20 persen dari APBN untuk anggaran pendidikan sesuai amanat konstitusi, mungkin saja biaya pendidikan yang mahal akan berkurang. Namun mewujudkannya bukanlah hal mudah, dan bisa saja menjadi sumber masalah baru. Kenaikan anggaran biasanya diikuti fenomena inefisiensi, inefektivitas, bahkan korupsi dengan modus baru. Kecuali, kenaikan anggaran pendidikan diikuti dengan sistem anggaran yang berpihak pada kepentingan publik, misalnya dalam prinsip alokasi, distribusi, pengawasan, dan akuntabilitas yang tinggi. Wapres RI, HM Jusuf Kalla, bulan lalu dalam dialog dengan Badan Eksekutif Mahasiswa Perguruan Tinggi se Indonesia yang diselenggarakan melalui teleconference di Unhas, mengatakan bahwa anggaran pendidikan adalah alokasi yang terbesar dari anggaran lainnya. Tahun ini mencapai lebih dari Rp40 triliun, naik hampir 100 persen dari tahun 2005, walaupun secara persentase hanya sekitar 11 persenan dari APBN. Menurut beliau, untuk mencapai 20 persen harus bertahap, pemerintah bisa saja melakukannya dengan segera, tetapi akan dilematis, karena sarana pendidikan akan baik namun sarana lain buruk, misalnya jembatan rusak, jalanan rusak, dan sarana kesehatan minim.

Haruskah sekolah itu gratis? Sebenarnya yang namanya gratis itu tidak ada, karena bagaimana pun pendidikan tetap memerlukan dana. Apa yang terjadi di Arab Saudi, Jerman atau Brunei adalah bukan pendidikan gratis, tetapi beban pembiayaan ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah karena didukung oleh kelompok mampu melalui intensifikasi pajak. Di Malaysia, di mana dana pendidikannya adalah 40 persen dari anggaran pembelanjaan, pemerintah masih belum bisa menanggung biaya pendidikan sepenuhnya. Nah, kalau ada kandidat dalam pilkada berjanji untuk pendidikan gratis, saya kira itu baru retorika politik belaka!

Bagaimana membuat biaya sekolah menjadi murah? Harusnya beban besar pemerintah di-sharing dengan pengusaha kaya melalui intensifikasi pajak. Harusnya pula ada gerakan dari keluarga mampu memberi beasiswa bagi keluarga miskin di sekitarnya. Konsep tentang anak asuh tampaknya belum menjadi social movement di negeri ini. Perlu ada push yang kuat dari pemerintah terhadap masyarakat dengan cara menjadikannya suatu kewajiban. Misalnya, para pejabat publik dan politisi yang diharuskan mendaftar kekayaannya, juga harus mendaftarkan berapa banyak anak asuhnya. Setiap perusahaan swasta besar dikenakan standar jumlah pemberian beasiswa pendidikan bagi keluarga miskin. Setiap calon pembeli rumah, apartemen, atau mobil mewah harus melengkapi laporan jumlah anak asuhnya. Selain itu, setiap tahun secara periodik diberikan award bagi pihak yang memiliki anak asuh terbanyak. Dan masih banyak cara lain bisa dilakukan untuk membuat biaya sekolah tidak mahal, terutama bagi keluarga miskin.

MAFIA HUKUM BUKAN PERSOALAN BARU



Ketidak kadilan sudah ada dimuka bumi ini sejak ber abad-abad yang lampau. Problem ini sudah menjadi perhatian serius para pejuang untuk tegaknya keadilan sejak pada masa advocatus di Romawi dahulu. Advocatus selalu memberikan pembelaan terhadap warga yang didakwa melanggar perintah raja. Dan pembelaan yang diberikan oleh Acvocatus semata-mata hanya demi keadilan bukan untuk tujuan yang lain.
Pada masa itu raja memang memiliki otoritas yang sangat besar bahkan keberadaanya dipandang sebagai pelaksana titah Tuhan, sehingga raja bisa memutuskan apa saja yang ia kehendaki. Mekipun itu bertentangan dengan rasa keadilan umum.
Fenomena mengenai praktek mafia hukum bukanlah persoalan yang dihadapi jaman abad 20 ini, masalah hakim tidak adil, hakim di suap juga bukan merupakan persoalan khas Indonesia semata. Jika kita berkunjung ke kota Brugues ( Belgia) kita akan saksikan lukisan yang dibuat oleh pelukis Gerar David pada tahun 1498. lukisan itu sengaja dipajang, dimaksudkan sebagai monumen peringatan bagi para hakim dan penegak hukum agar berlaku adil dalam menegakkan hukum. Lukisan itu menggambarkan Hakim yang bernama Sisamnes telah menerima suap dan karena itu dihukum mati oleh Raja Cambyses.
Anthony Hold dan March Lot mengatakan “ behind the mask of the judge we still meet a human being.This human being needs to be remended constantly of the essential values of independence and impartialy.”
Permasalah system peradilan di Indonesia telah dibicarakan juga jauh sebelum masa atau era reformasi 1998, tokoh-tokoh seperti Yap Thiam Hien, Suardi Tasrif, dan Harjono Tjirtosubono, telah mensinyalir adanya “mafia peradilan”. Akan tetapi peradilan selalu melakukan pembelaan diri dengan mengatakan bahwa itu merupakan “ulah oknum”. Dan kalimat itu selalu berulang diucapkan manakala terungkap praktik mafia hukum di setiap institusi penegak hukum. Pembelaan semacam ini menjadi hambatan reformasi penegakkan hukum di Indonesia. Praktik mafia hukum telah merubah ruang untuk mencari keadilan menjadi sempit dan seolah hanya tersedia untuk mereka kaum berduit. Proses penyelesaian perkara seolah berubah menjadi “ penawaran lelang” siapa yang menawar dengan harga paling tinggi dialah yang akan dimenangkan.
Prof. Mochtar Kusumaatmadja pernah menyebut keadaan ini dengan istilah “ desperate but not hopeless,” sementara Prof. Mardjono Reksodiputro, menyebut keadaan seperti ini dengan mengibaratkan “ system penegakkan hukum kita seperti orang sakit yang sudah harus masuk ke dalam ICU (intensive care unit).” Ceritra diatas menunjukkan bahwa pratek mafia hukum bukanlah persoalan baru, melainkan sudah terwaris sejak lama yang sampai dengan saat ini belum ditemukan solusinya.

KEJAHATAN ITU JUGA PENINDASAN


BUMN, setahu banyak orang awam adalah badan yang ditugasi negara untuk melaksanakan sebuah misi. Hanya sekarang teriaknnya banyak yang rugi, tidak effisien, pelayanannya buruk, vested intrest pihak ketiga sangat kuat termasuk partai politik begitu juga dalam mengambil keputusan juga sering diintervensi pihak yang punya keterkaitan dengan penguasa. Pantas saja akibat milik negara yang orangnya dianggap tidak ada maka menjadi kurang optimal manfaatnya bahkan seringkali tidak sesuai harapan.
KEJAHATAN ITU JUGA PENINDASAN.
Bagaimana kalau dijual?. Ternyata jika tidak hati hati bukan hanya semakin merugikan negara dan rakyat saja karena malahan oleh pihak yang membelinya bisa dijadikan pisau yang ditusukan kepada pemilik kedaulatan negeri ini. Hanya itu semoga saja persepsi yang terjadi pada fase sebelumnya. Sekarang kelihatannya BUMN, diberi kesempatan agar karyawannya punya saham tinggal bagaimana nanti karyawan yang pensiun dan meninggal apa menjadi milik keluarganya atau bagaimana?. Bagaimana dengan karyawan baru juga setelah beberapa tahun berhak punya saham?. Lalu bagaimana jika rugi apakah mereka harus nyetor modal atau kalau mau berinvestasi sehingga jangan sampai juga nilai sahamnya semakin kecil dan bisa dinafikan walau juga jangan akibat punya saham sehingga bisa seperti supir bis ugal ugalan. Kalau BUMD, Koperasi, Swasta dan asing sebagai pihak yang terakhir ditawari semoga saja membuat prinsip kehatihatian semakin berjalan dan juga jangan hanya digoreng para Investor jangka pendek yang habis itu BUMNnya ambruk dan malahan harus menyediakan dana Buy Back yang lebih besar dari jumlah dana yang diraih ke Bursa saham. Ujungnya BUMN/D tetap menjadi sapi perahan.

Kesungguhan pemerintah dan pak Sofian Djalilnya pantas didukung dalam rangka menggerakan asset yang Rp.1500 Triliun ini, anda bayangkan saja akibat BUMN/D ada diberbagai tempat di berbagai penjuru negeri dan rata rata secara asset jauh lebih kuat dan besar dari UKM sehingga ketika BUMN/D semakin solid maka bukan hanya akan membawa keuntungan untuk keuangan negara saja tetapi juga sangat dimungkinkan menjadi generator perekonomian didaerah daerah yang menjadi lokomotive kemajuan daerahnya. Dan kedepan sangat mungkin diperlukan BUMN yang diberi tugas spesifik pemasaran dan promosi. Apakah itu didalam negeri atau keluar negeri. Bisa saja latihannya didalam negeri untuk beberapa kota tetapi yang paling penting adalah ke luar negeri. Saat ini Departemen luar negeri sudah punya wakil menluarnegeri. Sudah saatnya seluruh aparatur jajaran Deplu itu bukan hanya menjadi amtenar yang seakan akan mewakili pemerintah Indonesia tetapi hanya kerja mewakili saja, tanpa kontribusi yang nyata terhadap kemajuan bangsa. Beberapa duta besar termasuk salim siad, patut dipuji dalam rangka meningkatkan perdagangan dan memperkenalkan Indonesia begitu juga duta besar Indonesia untuk Polandia. BUMN, Departemen Tenaga kerja, Perdagangan dan perindustrian harus sering ngopi bareng dan jalan bareng. Kalaulah anggaran belanja Indonesia sekarang sudah Rp.1000. Trliun coba tengok berapa dari hasil devisa luar negeri?. Kalau Cuma dari pajak ini namanya tidak ada bedanya dengan VOC. Jika hanya Pajak, Migas dan Hutang luar negeri dan dalam negeri juga tidak ada bedanya dengan Rezim orde baru. Apalagi jika cukup banyak dari TKI dan TKW low skill ini mah sama dengan zaman Jepang yaitu romusha Cuma sekarang dapat gaji sedikit dan kalau diperkosa masih bisa punya kesempatan mengadu walaupun yang pulang bawa bayi bayi itu dari luar negeri banyak juga kita bisanya Cuma prihatin dan berjanji mengusahakan lebih baik. Artinya anggota masyarakat belum bener bener terlindungi. Belum lagi yang digorok lehernya. Dan ini tantangan kita semua bahwa negara harus mampu melindungi warganegaranya..

Jika pejabat negara malahan menikmati fasilitas negara apalagi pejabat yang diluar negeri pake susah menerima keluhan masyarakat Indonesia yang merantau lebih baik pesona non gratakan atau dipulangkan saja. Jadi pejabat Deplu pengen dilayani dan mempunyai previllage lebih dan nikmati hidup diluar negeri Bukan hanya tidak ada gunanya tetapi selain tidak peka mereka ini tidak punya rasa malu sudah dibayari negera tetapi berperilaku seperti neneknya saja yang membayari hidupnya diluar negeri. Pejabat Departemen luar negeri harus mampu menjadi Diplomat, saudagar  dan pelindung warga Indonesia di wilayahnya ini termasuk penugasan sampai konjen dan atase atasenya. Kelewatan benar jika dalam tugasnya malahan mengutip atau pura pura menjadi sultan sehingga malahan berperilaku seperti bangsawan yang asalnya dari udik.

KELUAR DARI KEMELUT PENINDASAN
Pelajaran kemal nath seorang menteri di India bahkan Perdana menterinya dalam mendukung Mittal untuk menjadi raja baja di dunia perlu dicontoh oleh seluruh pejabat Indonesia. Jika lebih hebat lagi seperti pejabat USA yang berani mengobrak abrik berbagai belahan dunia apakah di Amerika latin, jajrah arab dan Asia termasuk pecahan Uni Soviet dalam rangka melindungi kepentingan nasionalnya. Walaupun gaya termasuk tata cara USA tidak diperkenankan oleh konstitusi Indonesia, hanya kalau pejabat negara malahan membawa bencana untuk negara, bangsa dan rakyatnya, sungguh kelewatan. Dan khusus Indonesia nilai mata uang saja yang dari tahun 50an sampai sekarang tinggal 1/200.000 kalinya padahal Thailand Cuma merosot 1/2nya apa ini belum membuktikan bahwa Indonesia sedang digiring supaya murah sekali dibeli termasuk seisi isinya. Masih bisa berdiri dengan kepala tegakah semua pengelola keuangan negara ini. Tolong jelaskan apa yang kalian banggakan selain telah memperosokan negeri indonesia kedalam lubang yang dalam. Sekarang jangan ribut nilai rupiah turun sehingga cadangan keuangan negara di BI yang Rp.120 Triliun akan dipakai juga main Valas. Pada tahun 1998 s/d 2000 berapa triliun uang hilang dan tetap saja rupiah tidak menguat menjadi Rp.2000 / 1 dollarnya. Dan anehnya jika dollar melemah maka rupiah ikut melemah tetapi dollar menguat Rupiah tetap melemah. Sekarang akibat satu kasus keuangan di USA mereka kehilangan uang sampai Rp.5000 triliun tetapi mengapa rupiah ikut melemah kenapa tidak seperti Dollar Australia yang menguat terhadap Dollar?. Apapun alasannya dipersepsikan ini bukan soal ketidakmampuan tetapi lebih karena Ya , begitulah.

Wakil Presiden Bilang kondisi saat ini adalah paling aman, baru dibilang begitu di pamulang 6 orang tenggelam akibat tawuran, Brankas BNI di Bandara di bobol maling dan berbagai kejahatan marak terjadi, apalagi ketika BBM harganya dinaikan. Dan aneh juga dibilang aman jika di Freeport juga terdengar rentetan dan ledakan. Pejabat jangan kampanye ketika tugas negara dan harus belajar bahwa akibat ucapannya seringkali rakyat yang jadi korban.

Sudah seharusnya ketika rakyat datang kepadanya seluruh pejabat Indonesia termasuk anggota DPR mampu memberikan solusinya. Apapun itu. Janganlah setiap rakyat datang Cuma diberikan alasan sibuklah dan lain lain. Indikatornya Cuma satu hal ketika rakyat Indonesia sudah mengatakan bahwa sekarang pejabat Indonesia sudah berubah sehingga memfasilitasi rakyatnya bukan meminta fasilitas dari rakyatnya. Pelajaran kekacauan di dunia politik jangan lagi terulang di dunia pendidikan karena anggaran belanja negara 20% adalah anggaran pendidikan. Jangan guru guru tiba tiba menjadi amtenar dan banyak ditangkapi karena korupsi dan menjadi sibuk seminar ke jakarta untuk membuang anggaran atau sebaliknya. Sejahtera itu penting tetapi jangan berubah perilaku dan kelakuan.

Hanya tidak ada gunanya jika Cuma saling menyalahkan. Dan marilah kita sadari bahwa semua kelakuan yang pada akhirnya hanya memperkaya diri sendiri padahal tugasnya Cuma sebagai pejabat negara dimana negaranya saja apalagi rakyatnya tidak kaya kaya malahan sebagian besar sengasara itu perbuatan yang menindas dan zalim. Oleh karenanya sekarang marilah kita gunakan karunia yang mahakuasa berupa kepintaran, kebijaksanaan dan networking serta keahlian dan pengalaman bersama ini supaya Indonesia segera keluar dari ketertindasan ini.

Sudah saatnya bangsa ini mengoptimalkan. BUMN/BUMD, Perdagangan, Perindustrian, Deplu dan Keuangan sehingga UKM dan koperasi serta usaha swasta lainnya terfasilitasi supaya bisa laku berjualan serta mengalirnya jutaan tenaga kerja ahli keberbagai belahan dunia. Disisi lainnya wisatawan dan dan barang barang yang dibutuhkan bangsa dan negara ini datang dengan harga yang wajar. Jangan lagi lah Cuma mengandalkan dari mengutip pajak apalagi dengan negoisasi supaya dapat pungutan demi memperkaya kehidupan pribadi atau menegakan hukum dalam memberantas korupsi dengan cara tebang pilih saja karena demi kepentingan citra dan politik. Ini semua sudah kuno dan merusak negara , bangsa dan rakyat. Alasannya karena korupsinya tetap berjalan dimana mana dan rakyat tetap saja tidak merasakan hasil dari pemberantasan korupsinya orang mau berinvestasi juga susah begitu juga mendapatkan projek dan APBN Cuma dipakai untuk menjaga pendukung agar tetap kompak mendukung serta kalau mungkin memilih lagi. Apakah semua ini nyata dan kalau begitu juga tidak usah saling menyalahkan lagi. Kita perbaiki saja.

Kita sudah harus merasa muak melihat penidasan termasuk pedagang yang meracuni anggota masyarakat sehingga 20 juta orang sakit kanker belum lagi yang udara dan airnya terkena limbah sehingga tercemar. Ini semua sangat kejam. Kita harus tidak bisa menerima jika melihat pejabat negara termasuk anggota DPR dan lembaga tinggi negara yang mengumbar senyuman seakan akan kondisi negara indonesia sudah menjadi lebih baik karenanya. Mereka harusnya jarang tidur karena berjuang dan berdoa supaya tuhan menghentikan cobaan kepadanya dan bangsa Indonesia serta tidak galak kepada rakyat , tidak berani ombral janji tetapi sangat santun dan melaksanakan tugasnya apakah membuat keputusan atau solusi yang ujungnya kehidupan rakyat , negara dan bangsa lebih baik. Saya juga tidak menganjurkan para pejabat membagikan uang kemanapun kecuali memodali usaha dan mensekolahkan yang tidak mampu serta bantuan darurat.

Lebih baik bea siswa didorong untuk didapatkan anak anak pintar sehingga anak anak semakin berkualitas, usaha kecil didorong supaya bisa berkembang, usaha besar di dorong bisa terbang menjadi elang keseluruh dunia dan menghasilkan devisa. kalau menjadi USA kita tidak boleh karena konstitusi maksudnya bangsa Indonesia tidak boleh menjajah bangsa manapun, segeralah belajar seperti india yang pemerintahannya jelas mendukung warga negaranya. Atau masa menjadi Singapura saja tidak bisa padahal Indonesia mampu membuat 100 Singapura dan 10 malaysia tetapi karena bangsa Indonesia didesain bukan menjadi bangsa yang imperialis dan kolonial maka lebih baik kita bersahabat dengan seluruh tetangga. Kalau perlu Batam rempang galam dan Bintan menjadi ¾ pertumbuhan Singapura karena tanah dan sumber daya di Singapura sudah terbatas. Kalimantan menjadi mitra yang baik baik bagi Malaysia dan Brunei. Sulawesi sampai Nunukan menjadi kawan dagang bangsa Philipina dan Papua menjadi Lokomotive pembangunan kawasan pasifik serta mitra Timor Timur. NTT dan NTB termasuk Bali menjadi mitra dagang Australia, sampai kalau perlu pemetik anggur di Australia dari NTT dan NTB tetapi wisatawan Australia selalu berlibur ke Lombok dan Bali..

Indonesia sebagai pusat kekuatan Asean. Menjadi mitra dagang China, India dan Rusia juga Jepang diutara sedang dari selatan menarik Australia dan Selandia baru. New asian emerging Forces. Saat ini yang paling siap dari elemen masyarakat adalah seniman terutama pemusik dan tenaga kerja tingkat rendah dan menengah. Kembali lagi sebelum nasib kita ditentukan orang lain lebih baik kita bersiap siap dan mewujudkannya. Terrlalu banyak kesempatan yang dibuang percuma , terlalu lama buang waktu hanya untuk berdebat mana yang paling benar padahal sampai saat ini tidak ada kesepakan kenapa bangsa Indonesia masih belum mencapai cita citanya dan ujungnya juga Cuma korupsi gila gilaan di DPR dan aparatur negara juga dimana mana. Oleh karenanya dari pada buang waktu lagi sampai 2009 Cuma perhatikan janji janji kampanye bahwa sayalah yang paling baik dan bermanfaat. Lebih baik tuntut mereka berbuat baik dalam satu tahun ini atau tidak dipilih lagi.

Dalam 3 tahun awal pemerintahan Sby-JK, bencana datang tidak henti hentinya dan sudah banyak sekali yang menjadi korban. Terlalu banyak yang mengatakan bahwa itu peringatan atau sebagian bahkan mengatakan semuanya itu Azab. Saya tidak tahu persis mana yang paling benar, hanya jika melihat ternyata 20 juta orang kanker dan merebaknya penjualan makanan yang diracuni karena supaya tahan lama selain penjualan makanan yang kadaluarsa maka kejahatan terhadap masyarakat ini ternyata juga dilakukan orang biasa dan sebaliknya pada tingkatan Elitenya, kejahatan pembuatan pemerintahan seperti Penjualan LNG Tangguh ke China dan kebijakan di bidang Migas ternyata juga tidak menguntungkan bangsa Indonesia juga kebijakan terhadap BLBI, yang dikatakan tidak ada mengandung unsur kejahatan padahal dampaknya sangat merusak bangsa Indonesia termasuk penerapan kebijakan IMF di Indonesia dalam menjuali asset asset negara dan kebijakan ekonomi lainnya. Belum lagi tindakan kejahatan korupsi yang ternyata bukan hanya disatu lembaga tetapi mulai Pemerintahan daerah, bank Indonesia, Dewan perwakilan Rakyat dan Daerah juga ternyata korupsi juga. Serta kuat diindikasikan bahwa DPR membuat berbagai  UU yang dialiri dana dana asing sehngga hasil UU itu menguntungkan yang memberi dana. Dengan contoh sederhana ini maka boleh dikatakan yang berperilaku menindas bukan lagi hanya para pejabat tingginya tetapi juga masyarakat dan juga bukan hanya di jakarta tetapi sudah menyebar ke mana mana. Ini semua membuat saya takut kita memang akan di azab jika tidak segera menghentikan kejahatan kejahatan ini.

Berdasarkan pengalaman masa lalu jika sebuah bangsa sudah rusak maka akan digantikan bangsa yang Baru. Bangsa Samud dan Ad adalah contoh bangsa yang dilenyapkan secara nyata oleh pemilik alam. Romawi dihancurkan secara bertahap. Hitler dan Musolini dihukum karena perbuatannya. Apakah kejadian selama beberapa tahun terakhir ini juga merupakan hukuman kepada kita semua akibat lalai tidak menegakan kebenaran dimuka bumi ini. Begitu juga apakah bangsa Amerika juga sekarang sedang dihukum Tuhan karena selalu membuat kekacauan diberbagai belahan dunia sehingga katakanlah Topan itu hanya sebagian kecil dari bencana yang sebenarnya sedang dan akan datang kepadanya?..

Penindasan penindasan ini telah berakar terlalu dalam pada kebudayaan dan kehidupan umat manusia sehari hari sehingga semakin banyak yang tidak merasa bahwa mereka sebenarnya sedang ditindas yang mereka tahu rasanya hidup tetap saja dalam kesulitan dan semakin hari semakin sulit. Coba bagaimana ada harapannya kalau pejabat dan anggota legistative nya korup dan para calon anggota legistatornya pada 2009 Cuma pengangguran yang masuk bursa kerja biasa saja tidak diterima. Sekarang malahan ingin mewakili rakyat? Bagaimana bisa kalau mengurus diri sendiri saja tidak bisa bagaimana mengurus rakyat. Mentang mentang dikenal menjadi Artis lalu pengen juga menjadi anggota legistative kalau sudah diberi anugerah bisa menghibur teruslah menghibur jangan tergiur ketempat yang lain. Rano karno atau Dede Yusuf butuh waktu lama pengabdian sebelum menjadi seorang yang diberi amanah. Dedy mizwar, Slamet Rahardjo, Erros Djarot, Dyah Pitaloka, WS Rendra sangat pantas menjadi anggota legistative karena pengabdiannya baik dan sikapnya jelas. Khusus Keukeu, ia ikutan punya peran di perubahan 1998. yang lain tidak jelas?
Tidak banyak yang seperti anjelina sondakh dan marisa haque yang bisa berubah karena ulet berusaha lalu yang lainnya bagaimana. Sungguh parah situasinya belum di partai membuka kesempatan cari celah sehingga pejabat partai di ranting pada saat ini, Cuma minta zakat, sedekah dan urusan baju koko lebaranpun jadi pembicaraan caleg? Lain dan hebat jika menjadi anggota partai bisa membuat spanduk, baner dan semua keperluan kampanye di UKM indonesia tidak dengan mengimpornya dari China, ini hebat dan bisa menghasilkan uang. Jika kondisi politik seperti sekarang semua ini kesalahan para orang baik, pintar dan bijaksana karena tidak masuk dunia poltik sehingga dunia politik Indonesia masih begitu kualitasnya.

Jika memang begini kelihatannya penindasan yang terjadi belum akan berakhir segera, kecuali atas usaha keras segenap anak bangsa dan Petunjuk dari Yang Maha Kuasa. Walaupun begitu kita tetap harus bersyukur karena masih diberi kesempatan berbuat dan berusaha untuk memperbaiki. Hanya untuk para pemimpin negeri ini sikapnya harus Jelas dan nyata memperbaiki negeri. Apakah mau belajar kepada pemimpin pemimpin Amerika latin yeng membebaskan penindasannya dari berbagai komparador, atau belajar kepada pemimpin India dan China juga pemimpin Jepang yang tidak sulit mengundurkan diri kalau gagal. Sisi lainnya adalah kepemimpinan high Profile seperti Bush yang lagi kena banyak masalah atau Kevin Ruud, yang santun tapi jelas membela rakyatnya. Soalnya kalau disebutkan pemimpin pendahulu Indonesia nanti malahan pro kontra.